logo

Keterbukaan Informasi lainnya

Harga minyak naik tipis

Harga minyak naik tipis

Harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga minyak adanya kekhawatiran pasokan minyak mentah dapat terganggu oleh sanksi AS kepada Iran dan meningkatnya ketegangan AS dengan Saudi Arabia.

Mengutip Reuters, Rabu (17/10/2018), harga minyak mentah Brent naik 63 sen atau 0,8 persen dan ditutup menetap di USD 81,41 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri sesi dengan naik 14 sen menjadi USD 71,92 per barel.

Senator AS Lindsey Graham menuduh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dan mengatakan pangeran itu membahayakan hubungan dengan AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan putra mahkota Saudi bermaksud untuk memperluas penyelidikan terhadap hilangnya Khashoggi dan bahwa pangeran tidak tahu apa yang terjadi di konsulat Turki di mana Khashoggi menghilang.

"Fokus dalam perdagangan minyak selama beberapa minggu ke depan kemungkinan akan terjadi di Iran dan Arab Saudi," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Sebelumnya, Trump telah mendesak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk meningkatkan produksi guna membantu menutupi kekurangan karena sanksi baru AS terhadap Iran.

Pasar telah didukung oleh laporan bahwa ekspor minyak mentah Iran mungkin jatuh lebih cepat dari yang diperkirakan menjelang batas waktu pengenaan sanksi yaitu 4 November.

Pekan lalu, harga minyak merosot karena pasar saham global jatuh, tetapi pemulihan di pasar keuangan, didorong oleh pertumbuhan laba membantu memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Sumber : liputan6.com
Keterbukaan Informasi lainnya Harga minyak naik tipis

Latest Keterbukaan Informasi lainnya

Perbaikan jalanPerbaikan jalan
Perbaikan akses jalan belakang gedung Ratu Prabu 2
Serah terima hewan sapi untuk qurban 1437 H
Serah terima hewan sapi untuk qurban 1437 H
Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam termasuk minyak dan gas bumi
mulai dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Benarkah demikian? Pada medio 1970-1990 Indonesia memang pernah berjaya di industri migas. Menurut riset Reforminer Institute, pada masa itu sektor migas memberikan sumbangan besar terhadap penerimaan negari yaitu 62,88 persen.